Jogjakarta
Berjalan menyelusuri jalan lingkarmu,
merajutkan kembali kenangan diatasnya.
Semilirnya angin yang menerpa,serta dinginnya udara yang menusuk,
sepanjang perjalanan....
Debu yang menempel tak lagi aku acuhkan,
terkalahkan oleh sensasi nostalgi yang membungkus jiwaku.
Ah...Jogjakarta..
Sebagian cerita hidup terajut disana,
kadang pahit.....namun selalu manis untuk menjadi kenangan.
Bawa dukamu kesana,
Jogja selalu mempunyai pojok ruang untuk menyembuhkannya.
Dalam gerak perlahan,tergambar dengan pasti,
disetiap sudut jalan yang kulalui,
keberadaanku....keberadanmu.......dan keberadaan kenangan kita.
Sungguh manis.....
menenangkan jiwa....
Masih saja aku rasakan dekapan hangatmu,
saat melaju membelah malamnya Jogja.
buat Mbong.Kapan-kapan boncengan lagi yuuk,berdua aja.
0 Comments:
Post a Comment
<< Home