YOGYAKARTA II
YOGYAKARTA II
Pojok ruang yang menyembuhkan semua luka itu,
menumpahkan semua luka,
membiarkannya menganga.
Kuratapi kedaanmu dengan air mata,
yang tak henti-hentinya berderai.
Kemana lagi dukaku akan kuselipkan?
Ruang nostalgipun telah berduka?
Ingin kutawarkan keceriaan kepadamu,
tapi yang kubawa hanya gigilan air mata kesedihan..
yang tak lagi engkau perlukan,bukan?
Sudah cukup ratapan disana.....
Dengarlah......
Dia menegurmu dengan lemah lembut,
tak cukup kencangkah?
hingga hanya samar-samar terdengar?
Dengarlah......
Dia menegurmu dengan penuh kelembutan,
tak cukup terasakah?
hingga selalu engkau abaikan?
Genggam erat Penolongmu yang Satu,
hanya Dia,kembalinya semua.
0 Comments:
Post a Comment
<< Home