Cerita Cinta

Saturday, October 28, 2006

SEBUAH KEPERGIAN

SEBUAH KEPERGIAN

Melihat sebuah kematian datang,
Cermin itu serasa diletakkan di depan mata,
memutar kembali cerita lama,
tentang perjalanan hidup orang-orang tercinta.
disaat bercengkerama dengan sahabat,
adakah terfikir bahwa ujung hari hanyalah sebatang kara?
Pada saat kekuatan besar merenggut nyawamu,tanpa dapat terhindarkan,
adakah terfikir itu?
Melihat sebuah kematian datang lagi,
bayangan tubuh tanpa daya tergolek menanti,
menahan kesakitan hingga diatas kepala.........
Ya Allah,
Ajalmu begitu menyiksa.
Melihat kematian datang lagi dan lagi,
manusia tidak pernah mengerti,arti kembali yang telah tergaris pasti.
pena-pena takdir telah menulis,
yang kertas-kertasnya terlipat rapi dalam genggaman Tuhan.
Adakah datang penyesalan?
karena sebuah kematian bukan sebuah kesia-siaan?
Melihat kematian datang silih berganti,
kepedihan di dada bukan hanya milik mereka.
torehan lara terasa mencengkeram kuat,
meninggalkan bekas yang teramat pedih,
biarpun telah semusim berlalu.
Bayang bayang orang tercinta terus saja berkelebat di depan mata......
Duh Gusti Allah..............
Mugi-mugi Panjenengan Pinaring pepadhang dumateng poro sedherek,
Menjadikan penawar,menempatkan mereka dalam surgamu,
Merengkuh mereka dalam cintamu.
Melihat kematian datang lagi,lagi dan lagi,
menyadari Ya Tuhanku,
semua yang hidup,pasti menjumpai mati.
Jadikanlah hidup kami ini berarti Ya Allah,
hingga saat ajal kami datang,
kami punya arti,
Hingga kematian bukan sebuah kesia-siaan.



Mas Jago,Mbak Masti,Mas Iek,Om Djo,Om Heru,ananda Arlyn,Mas Kempling,semoga berkumpul dalam tempat dimana semua kebahagiaan berada,tempa dimana semua ketenangan bermuara,tempat penuh pemaafan,tempat dimana duka tiada,tempat yang penuh dengan harapan,tempat dimana kita semua pasti kembali,dalam rengkuhan cinta,pangampunan Allah,Tuhan kita.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home