KEPADA : MADINA.........,TEMPAT JIWAKU INGIN KEMBALI.
Duduk diberanda menikmati angin sore......memandang langit yang berawan......
tiba-tiba ingatanku melayang kepadamu..........kepada biru jernihnya langitmu.......
Ya Allah....aku begitu rindu akan biru jernihnya langit Madina.
Berputar lagi ingatanku kepada perjalan menuju Madina.
Masih terbayang lambaian Mbak Nissa......Adik Puti...dan semua keluarga....yang seolah mengucapkan keikhlasan tanpa kata melepaskanku menuju kota Madina......menuju ke RumahMu.
Sejenak hatiku tertinggal disana......bersama senyum anak-anakku..........
tak terasa air mata ini menetes...memenuhi pipiku........
Ya...Allah......aku datang memenuhi panggilanMu ............aku serahkan kedua anakku itu dalam penjagaanMu.Aku percaya ..hanya Engkaulah Maha Melindungi...Maha Menjaga mereka dari bahaya.......Lindungilah ya Allah buah hatiku.......permata yang Engkau titipkan kepadaku...kini aku titupkan kembali kepadamu.
Dari Bandara Sukarno-Hatta.....perjalanan menuju ke Jeddah memakan waktu 9 jam.
Di dalam pesawat perasaan selalu berkecamuk............
Selalu saja rasa rendah diri untuk berhadapan denganMu muncul silih berganti dengan rasa keyakinanku akan anugerahMu...........
Layakkah aku menghadapMu Ya Allah........
MenghadapMu dengan membawa noda dari kesalahan-kesalahanku masa lalu?
Kesalahanku kepada orang tuaku,kesalahanku kepada suamiku,kesalahanku kepada anak-anakku,kesalahan kepada sahabat dan temanku,kesalahan kepada siapapun yang tidak pernah aku sengajakan.
Tapi aku yakin akan kasih dan sayangMu Ya Allah.......
Aku pasrahkan kepadaMu ..............
Jika aku masih membawa noda itu......aku mohon bersihkanlah Ya Allah dengan RahmanMu.
Rombongan kami tiba di Bandara Jeddah tengah malam.........
Memasuki antrian panjang imigrasi yang tak terbayang sebelumnya.........
Baru setelah itu kami beristirahat pada karpet panjang membentang.......dibawah tenda super besar yang disediakan khusus untuk jemaah haji...........
Untuk yang terbiasa dengan kegiatan kemah,kemping,haiking..........
karpet panjang itu adalah kenikmatan yang luar biasa.
Hampir semalaman kami menunggu pesawat yang akan menujumu,Madina........
sampai subuh datangpun...belum ada tanda-tanda kita akan berangkat......
Koper kesabaran pertama aku buka.....................Ada apakah gerangan?
Ternyata kedatangan kami semalam terlambat untuk boarding pesawat berikutnya.
Selesai pemeriksaan Imigrasi memang sampai jam 2 malam lewat.
Akhirnya............panitia bisa mendapatkan bus untuk mengantarkan kami dari Jeddah ke Madinah........Alhamdulillah...........jarakku kepadamu semakin dekat..........Madina.
tiba-tiba ingatanku melayang kepadamu..........kepada biru jernihnya langitmu.......
Ya Allah....aku begitu rindu akan biru jernihnya langit Madina.
Berputar lagi ingatanku kepada perjalan menuju Madina.
Masih terbayang lambaian Mbak Nissa......Adik Puti...dan semua keluarga....yang seolah mengucapkan keikhlasan tanpa kata melepaskanku menuju kota Madina......menuju ke RumahMu.
Sejenak hatiku tertinggal disana......bersama senyum anak-anakku..........
tak terasa air mata ini menetes...memenuhi pipiku........
Ya...Allah......aku datang memenuhi panggilanMu ............aku serahkan kedua anakku itu dalam penjagaanMu.Aku percaya ..hanya Engkaulah Maha Melindungi...Maha Menjaga mereka dari bahaya.......Lindungilah ya Allah buah hatiku.......permata yang Engkau titipkan kepadaku...kini aku titupkan kembali kepadamu.
Dari Bandara Sukarno-Hatta.....perjalanan menuju ke Jeddah memakan waktu 9 jam.
Di dalam pesawat perasaan selalu berkecamuk............
Selalu saja rasa rendah diri untuk berhadapan denganMu muncul silih berganti dengan rasa keyakinanku akan anugerahMu...........
Layakkah aku menghadapMu Ya Allah........
MenghadapMu dengan membawa noda dari kesalahan-kesalahanku masa lalu?
Kesalahanku kepada orang tuaku,kesalahanku kepada suamiku,kesalahanku kepada anak-anakku,kesalahan kepada sahabat dan temanku,kesalahan kepada siapapun yang tidak pernah aku sengajakan.
Tapi aku yakin akan kasih dan sayangMu Ya Allah.......
Aku pasrahkan kepadaMu ..............
Jika aku masih membawa noda itu......aku mohon bersihkanlah Ya Allah dengan RahmanMu.
Rombongan kami tiba di Bandara Jeddah tengah malam.........Memasuki antrian panjang imigrasi yang tak terbayang sebelumnya.........
Baru setelah itu kami beristirahat pada karpet panjang membentang.......dibawah tenda super besar yang disediakan khusus untuk jemaah haji...........
Untuk yang terbiasa dengan kegiatan kemah,kemping,haiking..........
karpet panjang itu adalah kenikmatan yang luar biasa.
Hampir semalaman kami menunggu pesawat yang akan menujumu,Madina........
sampai subuh datangpun...belum ada tanda-tanda kita akan berangkat......
Koper kesabaran pertama aku buka.....................Ada apakah gerangan?
Ternyata kedatangan kami semalam terlambat untuk boarding pesawat berikutnya.
Selesai pemeriksaan Imigrasi memang sampai jam 2 malam lewat.
Akhirnya............panitia bisa mendapatkan bus untuk mengantarkan kami dari Jeddah ke Madinah........Alhamdulillah...........jarakku kepadamu semakin dekat..........Madina.
Menikmati perjalanan dari Jeddah ke Madina dengan bus........seperti mengulang perjalanan Rasulullah........
Alhamdulillah..........aku masih beruntung melakukan perjalanan itu dengan bus............
Rasulullah melakukannya dengan naik unta......Subhanallah.
Terima kasih ya Tuhan......Engkau beri aku kemudahan menuju Madina-Mu.
Sepanjang perjalanan dari Jeddah menuju Madina........tak aku jumpai sebatang pohonpun yang tumbuh.
Hanya batu.......dan batu......
Warna alam sekitar itu hanya abu-abu.........tidak tersentuh warna hijau segorespun.....
Dalam hati aku hanya bisa berguman.........manusia yang dapat bertahan ditempat seperti ini...adalah benar-benar manusia yang keras...sekeras cadas yang tegak berdiri disepanjang laluanku itu.
Senja menjelma saat rombonganku sampai di Madinah........Alhamdulillah.
Kami menginap di Hotel Andalus Darul Khoir,hotel yang nyaman..yang letaknya hanya dipisahkan oleh 1 jalan kecil dari pelataran Masjid Nabawi
Pengertianku tentang Masjid Nabawi hanya sepengertianku seperti yang diceritakan oleh teman2,oleh Ustadz.........dan aku terus membayangkan....seperti apa Masjid Nabawi itu....
Aku hanya punya tekad.........Ijinkan aku ya Allah untuk dapat bersujud memujimu di dalam masjid ini.
Langkah pertama dalam dingin yang menusuk menuju Masjid Nabawi teriring dengan desahan dzikir.Me
mandang i kubah hijau Masjid saja sudah menimbulkan rasa keharuan yang amat sangat.
Tak terasa dari ujung mataku menghangat,setetes lagi air mata syukur jatuh......
Dan aku tenggelam dalam ketakjuban memandangi Masjid Nabawi...........dengan tersangga puluhan tiang besar.........ukiran dinding yang terawat........dan jika bertepatan kubah masjid itu dibuka.........perlahan tapi pasti.........langit yang biru jernih itu tergambar dengan indahnya.......
seolah membawaku terus tanpa jeda menghadap kepadaMu.......Subhanallah...........Betapa Maha Sempurnanya Engkau Ya Allah......
Dan aku tenggelam lagi dalam keharuan akan perasaan cintaku kepadaMu ya Allah.........
Perasaan syukurku...karena aku Engkau beri kesempatan untuk datang kesana.....ke tempat Nabi tercintaku berada........ketempat Raudah Mu.
KEPADA : MADINA.....TEMPAT JIWAKU SELALU INGIN KEMBALI.......RAUDAH.
"Diantara rumahku dan mimbarku adalah taman-taman surga".
Aku tidak mengerti sama sekali arti kalimat itu...sampai aku disana...........seperti apa tempat yang disebut oleh Rasulullah sebagai taman-taman surga?
Seorang Rasul yang Malaikat penjaga surga tidak akan membuka pintu surga jika tidak Rasul dahulu yang memasukinya....menyebutkan Raudah itu adalah taman-taman surga.....
Betapa berharganya tempat itu.
Untukku kah?
Apakah Engkau mengijinkanku memasukinya Ya Allah?
Memasuki tempat Raudah untuk mengucapkan salamku untuk RasulMu yang tercinta? Salam kecintaanku kepada Rasulmu.......salam kerinduanku kepada
NabiMu.
Sementara Ya Allah..........
keinginan memasuki Raudahmu tidak hanya keinginanku seorang.........keinginan semua hambamu yang datang ke masjidMu.
Bisakah?Adakah RidloMu bersamaku Ya Allah?
Alhamdulillah.......
setelah melewati penantian yang panjang.........yang dipenuhi dengan dzikir sepanjang waktu......
melawan rasa lapar yang mendera ....(.sungguh....kami semua tidak ingin terlewatkan kesempatan memasuki raudah...sehingga kami tinggal di Masjid Nabawi sejak pukul 4 pagi......sholat malam......subuh......dan bergegas menuju ke pintu Raudah yang baru dibuka untuk jamaah perempuan pada pkl 7 pagi......dan jam 9 telah ditutup....)
Semua itu demi Raudah...........demi terkabulnya doa-doa.......demi penyampaian salam tanda cinta kepada Rasulullah....demi Ridlonya sang Pencipta.
Memasuki kawasan makam Rasulullah......ditengah himpitan ratusan jemaah......aku hanya bisa menagis , mengguncangkan seluruh sanubari,kegigilan itu terasakan seperti buncahan dingin yang amat sangat.
Aku merasakan betapa kedekatanku kepada Rasul ......kegembiraan,keharuan,rasa cinta yang membuncah...mengalahkan kata-kata doa yang telah kususun rapi di kepala.
Dalam KuasaMu Ya Allah............Engkau mengijinkan aku untuk bersujud kepadaMu........Dalam himpitan ratusan jemaah itu..........Aku bisa menghadapMu Ya Allah.......Alhamdulillah.........Jika Allah mengijinkan tidak ada yang tidak mungkin dilakukan.
Dalam sujud ditengah himpitan itu.........terasa lapang........
Tanpa ada ketakutan terinjak........karena aku yakin Allah akan melindungiku......
(dan memang terasa lapang disetiap sujud.........semua orang memberi kesempatan kepada orang lain untuk sujud.......sholat.) Alhamdulillah.
Dalam penantian menunggu pintu Raudah terbuka.........kami menemukan seorang ibu yang sudah sepuh dengan tekad baja untuk masuk Raudah,biarpun sudah pernah di by pass,tertatih-tatih dengan memakai kain dan kebaya..hanya ditutup oleh mukena,mampu menahan hawa dingin begitu luar biasa,semua hanya karena Allah semata.
Tak putus-putusnya Ya Allah.....aku bersyukur kepadaMu...
Karena Engkau memberikan kepadaku kesempatan untuk menuju rumahMu.
Ijinkan ya Allah......aku kembali ke Madina.......tempat jiwaku selalu ingin kembali.
Alhamdulillah..........aku masih beruntung melakukan perjalanan itu dengan bus............
Rasulullah melakukannya dengan naik unta......Subhanallah.
Terima kasih ya Tuhan......Engkau beri aku kemudahan menuju Madina-Mu.
Sepanjang perjalanan dari Jeddah menuju Madina........tak aku jumpai sebatang pohonpun yang tumbuh.
Hanya batu.......dan batu......Warna alam sekitar itu hanya abu-abu.........tidak tersentuh warna hijau segorespun.....
Dalam hati aku hanya bisa berguman.........manusia yang dapat bertahan ditempat seperti ini...adalah benar-benar manusia yang keras...sekeras cadas yang tegak berdiri disepanjang laluanku itu.
Senja menjelma saat rombonganku sampai di Madinah........Alhamdulillah.
Kami menginap di Hotel Andalus Darul Khoir,hotel yang nyaman..yang letaknya hanya dipisahkan oleh 1 jalan kecil dari pelataran Masjid Nabawi
Pengertianku tentang Masjid Nabawi hanya sepengertianku seperti yang diceritakan oleh teman2,oleh Ustadz.........dan aku terus membayangkan....seperti apa Masjid Nabawi itu....
Aku hanya punya tekad.........Ijinkan aku ya Allah untuk dapat bersujud memujimu di dalam masjid ini.
Langkah pertama dalam dingin yang menusuk menuju Masjid Nabawi teriring dengan desahan dzikir.Me
mandang i kubah hijau Masjid saja sudah menimbulkan rasa keharuan yang amat sangat.Tak terasa dari ujung mataku menghangat,setetes lagi air mata syukur jatuh......
Dan aku tenggelam dalam ketakjuban memandangi Masjid Nabawi...........dengan tersangga puluhan tiang besar.........ukiran dinding yang terawat........dan jika bertepatan kubah masjid itu dibuka.........perlahan tapi pasti.........langit yang biru jernih itu tergambar dengan indahnya.......
seolah membawaku terus tanpa jeda menghadap kepadaMu.......Subhanallah...........Betapa Maha Sempurnanya Engkau Ya Allah......
Dan aku tenggelam lagi dalam keharuan akan perasaan cintaku kepadaMu ya Allah.........
Perasaan syukurku...karena aku Engkau beri kesempatan untuk datang kesana.....ke tempat Nabi tercintaku berada........ketempat Raudah Mu.
KEPADA : MADINA.....TEMPAT JIWAKU SELALU INGIN KEMBALI.......RAUDAH.
"Diantara rumahku dan mimbarku adalah taman-taman surga".
Aku tidak mengerti sama sekali arti kalimat itu...sampai aku disana...........seperti apa tempat yang disebut oleh Rasulullah sebagai taman-taman surga?
Seorang Rasul yang Malaikat penjaga surga tidak akan membuka pintu surga jika tidak Rasul dahulu yang memasukinya....menyebutkan Raudah itu adalah taman-taman surga.....
Betapa berharganya tempat itu.
Untukku kah?
Apakah Engkau mengijinkanku memasukinya Ya Allah?
Memasuki tempat Raudah untuk mengucapkan salamku untuk RasulMu yang tercinta? Salam kecintaanku kepada Rasulmu.......salam kerinduanku kepada
NabiMu.Sementara Ya Allah..........
keinginan memasuki Raudahmu tidak hanya keinginanku seorang.........keinginan semua hambamu yang datang ke masjidMu.
Bisakah?Adakah RidloMu bersamaku Ya Allah?
Alhamdulillah.......
setelah melewati penantian yang panjang.........yang dipenuhi dengan dzikir sepanjang waktu......
melawan rasa lapar yang mendera ....(.sungguh....kami semua tidak ingin terlewatkan kesempatan memasuki raudah...sehingga kami tinggal di Masjid Nabawi sejak pukul 4 pagi......sholat malam......subuh......dan bergegas menuju ke pintu Raudah yang baru dibuka untuk jamaah perempuan pada pkl 7 pagi......dan jam 9 telah ditutup....)
Semua itu demi Raudah...........demi terkabulnya doa-doa.......demi penyampaian salam tanda cinta kepada Rasulullah....demi Ridlonya sang Pencipta.
Memasuki kawasan makam Rasulullah......ditengah himpitan ratusan jemaah......aku hanya bisa menagis , mengguncangkan seluruh sanubari,kegigilan itu terasakan seperti buncahan dingin yang amat sangat.Aku merasakan betapa kedekatanku kepada Rasul ......kegembiraan,keharuan,rasa cinta yang membuncah...mengalahkan kata-kata doa yang telah kususun rapi di kepala.
Dalam KuasaMu Ya Allah............Engkau mengijinkan aku untuk bersujud kepadaMu........Dalam himpitan ratusan jemaah itu..........Aku bisa menghadapMu Ya Allah.......Alhamdulillah.........Jika Allah mengijinkan tidak ada yang tidak mungkin dilakukan.
Dalam sujud ditengah himpitan itu.........terasa lapang........
Tanpa ada ketakutan terinjak........karena aku yakin Allah akan melindungiku......
(dan memang terasa lapang disetiap sujud.........semua orang memberi kesempatan kepada orang lain untuk sujud.......sholat.) Alhamdulillah.
Dalam penantian menunggu pintu Raudah terbuka.........kami menemukan seorang ibu yang sudah sepuh dengan tekad baja untuk masuk Raudah,biarpun sudah pernah di by pass,tertatih-tatih dengan memakai kain dan kebaya..hanya ditutup oleh mukena,mampu menahan hawa dingin begitu luar biasa,semua hanya karena Allah semata.
Tak putus-putusnya Ya Allah.....aku bersyukur kepadaMu...
Karena Engkau memberikan kepadaku kesempatan untuk menuju rumahMu.
Ijinkan ya Allah......aku kembali ke Madina.......tempat jiwaku selalu ingin kembali.
0 Comments:
Post a Comment
<< Home